Rumput odot

Rumput odot

Artikel ini membahas mengenai informasi rumput odot yang bisa kamu jadikan pakan ternak agar hewan ternakmu sehat dan gemuk

Sekilas peternakan

Kemajuan dunia peternakan saat ini diiringi dengan perkembangan teknologi dalam dunia peternakan. Termasuk penyediaan pakan yang seiring dengan perkembangan zaman yang berkelanjutan  dan berkualitas.

Apalagi Indonesia sebagai negara agraris yang terkenal dengan kontur alamnya yang sangat mudah bercocok tanam. Karena terdapat ungkapan yang sangat populer yaitu “batang batu dan kayu menjadi tanaman” yang merupakan keunggulan bangsa ini. Pakan merupakan salah satu faktor penting penunjang keberhasilan dunia peternakan selain benih dan pengelolaan pemeliharaannya.

kebutuhan pakan merupakan aspek penting dalam mengembangkan usaha peternakan. bahkan 70 persen dari total biaya produksi dihabiskan untuk biaya pakan. Kualitas dan kuantitas merupakan faktor utama dalam pemberian pakan untuk mendukung pertumbuhan berat badan yang maksimal atau produksi susu yang tinggi pada peternakan sapi perah.

Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, BBPTUHPT Baturraden turut berperan serta dalam mengembangkan penyediaan pakan yang berkelanjutan, bermutu dan murah terutama berupa hijauan pakan.

Rumput odot

Rumput odot merupakan salah satu jenis rumput yang memenuhi kriteria sebagai salah satu hijauan yang apabila dikembangkan secara optimal dapat menjadi sumber hijauan dengan ketersediaan yang berkelanjutan, berkualitas dan murah. Jenis rumput ini saat ini banyak dikembangkan dan dibudidayakan di BBPTUHPT Baturraden.

Rerumputan odot merupakan salah satu varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang sering dikenal dengan Rumput Gajah Mott di mancanegara, tanaman ini dapat tumbuh pada musim kemarau dengan kesuburan tanah yang rendah. Rerumputan jenis ini pertama kali ditemukan oleh Dr.W.

Penanaman

Di Indonesia benih rumput ini dikembangkan pada tahun 2007 oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Kanada yang kemudian dikembangkan di seluruh Indonesia.

Produksi yang tinggi merupakan keunggulan tersendiri terutama pada musim hujan batang rumput  lebih lembut sehingga sangat disukai oleh kambing dan domba.

Keunggulan lainya adalah jumlah nutrisinya yang cukup tinggi dibandingkan dengan rumput gajah, sebagai gambaran kandungan protein kasar pada daun rumput ini mencapai 12-14% bahkan ada yang mencapai 17%, selain itu tingkat kecernaan odot rumput mencapai 65-70%.

Pada musim penghujan, interval pemotongan antara 30 sampai 40 anakan dengan jumlah anakan rumput odot mencapai 20 anakan setiap 2x masa panen. Pemuliaan rumput odot dapat dilakukan dengan metode vegetatif yaitu dengan menggunakan cabang yang tumbuh terbaik.

Pemotongan cabang dilakukan dengan alat tajam untuk mencegah cedera pada batang, pemotongan dilakukan pada batang yang akan menjadi bahan tanaman / stek dengan panjang kurang lebih 30 cm. Rumput odot bisa ditanam dengan dua pola. Yang pertama adalah monokultur.

Pola tanam yang kedua adalah tumpang sari. Jarak antar baris sekitar 50-75 cm. dapat ditanam 2 atau 3 stek. dapat dipanen pertama kali pada umur 70-80 hari. Beberapa ciri yang dapat diamati pada saat rumput odot siap dipanen adalah pada saat ruas batang telah mencapai 15 cm. Panen berikutnya bisa 35-45 hari pada musim hujan atau 40-50 hari pada musim kemarau

Variates Rumput Odot

Dari sekian banyak jenis rumput gajah yang ada di Indonesia adalah Pennisetum purpureum Schumach & Thonn dan yang belum banyak dikenal adalah rumput gajah kerdil / odot (Pennisetum purpureum cv. Mott).

Pembagian lahan dan penggembalaan didasarkan pada tinggi tanaman, pada rumput odot rata-rata tinggi tanaman 125 cm  sedangkan rumput gajah dapat mencapai ketinggian 3 -4 meter. Meskipun rumput odot merupakan rumput penggembalaan, namun juga dapat digunakan sebagai rumput potong, begitu pula sebaliknya untuk rumput gajah

Rumput gajah berasal dari Afrika dan telah diperkenalkan ke Indonesia sejak tahun 1926, tumbuh paling baik di tanah yang berat dengan kemampuan retensi air yang tinggi. Sedangkan rumput odot dikembangkan di Florida sejak tahun 1980 dan menyebar ke Thailand pada tahun 1990, Jepang pada tahun 1996 dan di Indonesia pada tahun 2004 tepatnya di Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Propinsi Sulawesi Selatan.

Perbedaan Rumput Gajah dan Odot

  1. Karakteristik odot rumput kerdil:

  • Tinggi tanaman rata-rata 125 cm.
  • Jumlah anakan rata-rata 150 per m2.
  • Persentase daun rata-rata adalah 70%.
  • Palatabilitas tinggi  sapi perah FH mengkonsumsi sekitar 60%
  • Lahan kritis dapat ditanami rumput odot dengan bobot 50 KG
  1. Ciri-ciri Rumput Gajah

  • Daun dengan panjang 16 hingga 90 cm dan lebar 8 hingga 35 mm.
  • Berkembang dengan rimpang yang panjangnya bisa 1 meter.
  • Dapat tumbuh hingga ketinggian 3 hingga 4,5 m, jika dibiarkan tumbuh bebas hingga ketinggian 7 meter.
  • Akarnya bisa mencapai 4,5 meter ke dalam tanah.
  • Hasil pakan 000 kg / ha pertahun dengan sistem irigasi yang baik.

Itulah perbedaan rumput gajah dan rumput odot berdasarkan karakteristiknya. Salah satu hal yang harus UNTUK  mendapatkan kandungan nutrisi yang optimal adalah waktu pemotongan / panen.  Jika sudah terlalu tua (terlihat dari proporsi yang besar). Batang menyebabkan kandungan bobot kasar tinggi dan penurunan nilai gizinya.

Rumput odot menjadi sebuah pakan sapi dapat menggunakan mesin pencacah rumput agar lebih menghemat biayaya