Pupuk Kompos Kotoran Ayam

Pupuk Kompos Kotoran Ayam Dan Jerami Padi Yang Baik Untuk Tanaman bermanfaat untuk menjaga agar tanah tetap lembab dan kandungan unsur hara N yang relatif tinggi.

Kompos bisa dikatakan sebagai hasil dari serangkaian proses penguraian sebagian dari campuran berbagai bahan organik yang dibisa dipercepat secara artifisial oleh adanya populasi beberapa macam mikrob dalam keadaan lingkungan yang lembab, hangat, aerobik ataupun anarobik.

Namun berbeda kondisinya jika kita pandai mengelola kotoran ayam untuk dijadikan pupuk padat yang bermanfaat. Kotoran ayam yang biasa dikelola berasal dari peternakan ayam potong dan ayam petelur dimana para peternaknya akan memicu pertumbuhan sang ayam dengan memberi makan banyak.

Pupuk Kompos Kotoran Ayam

pupuk kompos kotoran ayam

Dalam pembahasan ini, kami akan berbagi mengenai dua cara atau dua proses yang berbeda dalam mengolah kotoran ayam untuk dijadikan pupuk padat. Adapun jenis kotoran ayam yang digunakan adalah kotoran ayam pedaging yang dikenal sangat bau dan cepat sekali mengundang pertumbuhan belatung atau bibit lalat.

Cara Membuat Pupuk Kompos Kotoran Ayam

Persiapan Alat dan Bahan:

  • 1 ton kotoran ayam pedaging atau ayam potong
  • Serbuk kulit kelapa (emput) sejumlah 40% dari bahan kotoran ayam, bisa diganti dengan serbuk kayu atau sekam
  • 10 kg kapur CaC03
  • 1 liter  DOF Hijau
  • 1 liter DOF Merah
  • Mesin Pencacah Kompos 

Cara Membuat:

  1. Susun bahan-bahan yang ada secara berlapis dimulai dengan emput berketebalan kurang lebih 5 cm, kemudian kotoran ayam kurang lebih 10 cm, kapur secukupnya. Lalu semprot bahan-bahan tersebut menggunakan cairan DOF yang telah dicampur berikan secukupnya. Fungsi dari cairan DOF ini sama dengan EM4. Panduan dosis cairan DOF yang bisa digunakan adalah 2- 3 liter cairan untuk keperluan 1 ton bahan. Jadi Anda dapat memperkirakan sendiri dalam pemberiannya pada tiap lapisan.
  2. Tutup tumpukan dengan menggunkan terpal agar kelembapannya bisa terjaga serta mempercepat proses pengomposan. Jangan lupa memberi pemberat di setiap sisi terpal agar terpal tidak terbuka dan dimasuki lalat.
  3. Lakukan pengecekan setelah 1 – 2 hari, jika suhu di dalam terpal terasa panas, maka prosesnya berhasil
  4. Pada hari ke 15 belas, lakukan pengadukan agar proses pengomposan merata
  5. Pada hari ke 21 lakukan kembali pengecekan. Cek suhu di dalam terpal, apabila terasa panas, maka proses pengomposan sedang berlangsung
  6. Lakukan pembalikan atau pengadukan kembali pada hari ke 25, pada hari ke 30, lakukan pengecekan suhu. Apabila suhu di dalam terpal masih panas, maka proses fermentasi atau pengomposan masih berlangsunga. Pupuk padat belum siap dipakai, tutup kembali terpal dengan rapat
  7. Pembongkaran atau pemanenan pupuk padat baru dapat dilakukan pada hari ke 30+. Pupuk padat yang sudh siap dipanen memiliki ciri-ciri warna yang coklat kehitaman, tidak berbau, dan suhu panasnya telah menurun.

Manfaat Pupuk Kompos Kotoran Ayam

Manfaat kotoran ayam sebagai pupuk organik – Sudah rahasia umum jika kotoran hewan bisa dijadikan pupuk yang bagus untuk digunakan dalam bercocok tanam, tidak terkecuali kotoran ayam. Kotoran ayam dianggap panas dan harus dikomposkan sebelum ditambahkan ke tanah kebun.

Sebelum membahas tentang manfaat kotoran ayam, saya jelaskan terlebih dahulu tentang tanah dan kesuburan tanah ya, karena hal ini menyangkut tentang pemanfaatan kotoran ayam.

Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk dapat menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dan berimbang untuk pertumbuhan dan hasil tanaman. Kesuburan tanah ditentukan oleh : Ketersediaan unsur hara yang cukup dan berimbang. Kondisi tata air tanah yang optimal.

Kondisi tata udara tanah yang optimal dan kondisi mikrobia tanah yang baik. Kesuburan tanah dibedakan menjadi dua yaitu kesuburan tanah aktual, yaitu kesuburan tanah hakiki (aseli/alamiah) dan kesuburan tanah potensial, yaitu kesuburan tanah maksimum yang dapat diperoleh dengan intervensi teknologi yang mengoptimumkan semua faktor, misalnya dengan memasang instalasi pengairan untilk lahan yang tidak tersedia air secara terus menerus atau yang lainnya.