Mitos Kopi Yang Sering Beredar di Kalangan Pecinta Kopi

mitos kopi

Meminum kopi setiap hari sudah menjadi gaya hidup. Banyak orang percaya akan manfaatnya untuk kesehatan. Karenanya banyak mitos seputar manfaat kopi untuk kesehatan yang belum tentu benar.

Mitos seputar kopi bisa bikin bingung. Minuman Berwarna Hitam pekat itu sering disalahkan karena mengandung kafein. Padahal sampai saat ini masih diteliti terus tentang kebenarannya

Stimulasi energy yang dipicu kafein dalam kopi dianggap sebagai faktor yang memicu insomnia. Padahal Kafein hanya bertahan sebentar dalam tubuh.

Setelah dikonsumsi, kafein langsung diproduksi dalam hati dan kemudian 75% terbuang dari tubuh dalam waktu maksimal Lima jam. Jadi jika Anda meminum kopi pada jam 3 sore, kafein akan cepat hilang dari tubuh menjelang malam.

Berikut beberapa anggapan tentang kopi,

  • Meminum Kopi di Sore Hari akan menyebabkan Anda Insomnia Akut

Kafein merupakan stimulant, tentu saja. Tapi kafein yang anda konsumsi setelah makan siap diproses melalui liver dan hampir 75% dibuang oleh tubuh anda antara empat sampai tujuh jam kemudian.

Jadi, jika anda takut minum kopi jam 2 siang, segeralah hilangkan rasa takut itu karena anda akan merasakan ngantuk sekitar pukul tujuh atau Sembilan malam.

  • Kopi meredakan sakit akibat minum terlalu banyak saat bangun pagi.

Kopi bisa saja membuat and a sedikit grogi, perasaan berdebar-debar namun sayangngya kopi tidak bisa mengurangi perasaan mabuk anda.

  • Kopi dapat membuat Insomnia?

Kopi katanya bisa bikin insomnia?, karena kandungan zat kafein yang cukup pekat di dalam bijinya. Tapi ternyata, hal tersebut bisa dibilang mitos lho.

Pada dasarnya, kafein bukanlah faktor utama penyebab insomnia, tetapi hanya pemicu kinerja jantung untuk memompa darah. Nah, insomnia sendiri lebih disebabkan pikiran dan apa yang sedang kita rasakan.

  • Katanya, kopi dapat memicu diabetes

Faktanya, anggapan ini salah. Secara saintifik, biji kopi Robusta justru memiliki anti-diabetic. Bahkan bisa mengurangi risiko diabetes Tipe 2.

Kopi bukanlah pemicu diabetes, tetapi gula yang menjadi campuran adalah penyebabnya. Maka dari itu, jika kalian khawatir minum kopi memicu diabetes, ganti saja campuran gulanya dengan gula rendah glukosa atau tanpa gula sekalian.

  • Kopi Membantu Mengurangi Berat badan?

Anda Tahu Beberapa supermodel Melakukan Diet Dengan Rokok Dan Kopi. That door sebenarnya efek dari kafein hanya berdampak sedikti pada metabolic diet Anda, khususnya pada pola diet jangka Panjang.

Kafein Mungkin saja membuat anda kehilangan nafsu makan, tapi tak ada cukup bukti mengonsumi kopi bisa membuat berat badan anda turun.

  • Apakah kopi dapat menghambat pertumbuhan?

Ini adalah salah satu mitos terlama yang dipercaya orang-orang. Untungnya, hal ini adalah keyakinan yang tidak memiliki dasar. Tidak jelas darimana datangnya kepercayaan ini dan tidak ada juga bukti pendukung soal hal ini. Jadi teruslah mengonsumsi kopi dan rutin berolahraga.

  • Kopi untuk mengurangi rasa mabuk

Kafein bisa membuat orang lebih waspada dan fokus, secara teori. Namun studi yang dilakukan American Psychological Association (Berkesimpulan bahwa kopi tidak bisa meredakan efek negatif dari alokohol)

Orang-orang yang mengonsumsi alcoholic beverages dan kafein secara bersamaan merasa terjaga dan mampu mengatasi mabuk, padahal hal ini berbahaya, misalnya saat mengemudi.

  • Minum kopi sebelum makan

Meminum kopi di pagi hari menjadi salah satu kebiasan yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Bahkan tak jarang yang meminumnya disaat perut kosong.

Umumnya, lambung dan usus kecil menyerap kafein, yang terjadi dalam waktu 45 menit setelah dikonsumsi. Ketika minum dalam jumlah yang wajar (sekitar empat cangkir sehari), kopi bahkan dapat membantu mencegah penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit hati.

Bila anda penggemar berat kopi dan ingin memulai hari anda dengan secangkir kopi hasil dari olahan anda sendiri, anda dapat membeli mesin roasting kopi yang murah meriah.