Cocomesh Solusi Reklamasi Lahan Tambang Yang Baik

Cocomesh Solusi Reklamasi

Kerusakan tanah di lahan tambang harus diatasi.Salah satu solusi yaitu pemasangan cocomesh. Yuk baca dibawah ini cocomesh solusi reklamasi lahan tambang.

Cocomesh

cocomesh

Cocomesh atau Coconut Coir Net adalah bahan jaring yang terbuat dari sabut kelapa. Material ini sangat ramah lingkungan dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai atau hutan. Cocomesh bersifat biodegradable dan kuat, membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di lahan Cocomesh yang ditempatkan di bekas tambang atau lahan lain.

Pemanfaatan bahan cocomesh terbukti mampu menghijaukan lahan bekas tambang dan hutan gundul. Jadi memang cocomesh solusi lahan tambang yang dianggap efisien dan terbaik saat ini. Banyak perusahaan konsultan penghijauan mulai beralih ke bahan alami seperti Cocomesh.

Sifat bahan sabut kelapa yang terbuat dari sabut kelapa yang mampu menyimpan air dalam waktu yang lama menyebabkan permukaan tanah yang ditumbuhi bahan tersebut menahan kelembapan. Hal tersebut mampu mempengaruhi struktur tanah sehingga mudah ditanam dengan bibit yang ditanam. Selain itu, cocomesh sebagai pengganti tanah saat menanam bibit tanaman.

Proses Pembuatan Cocomesh

Bahan dan alat :

  • Sabut kelapa tua
  • Mesin pengurai sabut kelapa
  • Mesin pemintalan sabut kelapa

Proses Pembuatan Cocomesh :

  1. Siapkan sabut kelapa yang sudah cukup tua
  2. Giling kulit kelapa menjadi sabut dengan mesin dekomposisi sabut
  3. Keringkan sabut kelapa yang telah digiling hingga kering
  4. Putar sabut menjadi tambang dengan mesin pemintalan sabut
  5. Rajut tali menjadi jaring (cocomesh)
  6. Jaring sabut kelapa / sabut kelapa siap pakai

Cocomesh Solusi Reklamasi Lahan Tambang

Cocomesh Solusi Reklamasi Lahan tambang

Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan segera memperkenalkan teknik reklamasi dan revegetasi lahan pasca tambang dengan mengandalkan sabut kelapa.

Rencana ini muncul setelah ditemukannya teknologi briket coco peat sebagai media tanam paling efektif di lahan kritis dan pasca tambang. “Teknologi ini akan segera kami sosialisasikan ke wilayah pertambangan,” kata Ketua AISKI Efli Ramli dalam siaran pers yang diterima Kompas Senin (2 7/8/2012) malam.

Teknologi briket gambut kelapa tersebut diberi nama BiTumMan yang merupakan singkatan dari Independent Grow Seeds. Menurut Efli, BPPT telah melakukan uji coba teknologi briket BiTumMan di lahan pasca tambang batu bara di Kalimantan Timur. Hal yang sama juga dilakukan di lahan pasca tambang nikel di Sulawesi Tenggara. Fantastis. “Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman di luar batas normal,” kata Efli. Misalnya bibit albasia / sengon (Albizia falcataria) yang ditanam pada umur 6 bulan sudah mencapai tinggi 1,5 meter dan tinggi 4 meter pada umur 18 bulan, ujarnya.

Menurut Efli, untuk kegiatan reklamasi pihaknya merekomendasikan penggunaan media sabut kelapa yang terbuat dari sabut sabut dan briket sabut kelapa yang berbahan baku sabut kelapa. Selain mudah menyerap dan menahan air, coco mesh dan briket coco peat juga memiliki unsur hara yang dapat mempercepat kinerja pertumbuhan tanaman.

Sejumlah industri pertambangan di Indonesia telah menggunakan coco mesh sebagai media reklamasi. Namun jumlahnya tidak signifikan jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Indonesia. “Di Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, dan Papua, sejumlah perusahaan tambang telah mencoba memanfaatkan coco mesh dan briket coco peat sebagai media tanam di lahan pasca tambang,” ujarnya.

Tahapan Cocomesh  Solusi Reklamasi Lahan Tambang

Cocomesh Di Lahan Tambang

Reklamasi dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Perencanaan

Tahap perencanaan reklamasi tambang dilakukan sebelum dimulainya kegiatan penambangan. Artinya, perencanaan kegiatan penambangan yang penting dibarengi dengan perencanaan reklamasi yang matang.

2. Delegasi Tanah

Pada tahap ini ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih metode reklamasi, antara lain 1) jenis tanah, 2) flora dan fauna, 3) geologi, 4) bentuk alam, 5) air tanah dan permukaan, 6) kondisi iklim , 7) tata ruang, dan 8) tata guna lahan.

3. Pemetaan

Rencana reklamasi yang baik adalah yang menyesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah progres kegiatan penambangan, slag pile, tempat pembuangan sampah, kolam air perumahan, jembatan sungai, dan beberapa hal lainnya sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah penambangan.

4. Penerapan

Reklamasi lahan yang dilakukan harus mengikuti RTKL yang telah disepakati (Rencana Pengelolaan Lingkungan Tahunan).

Itulah beberapa ulasan mengenai cocomesh yang menjadi solusi reklamasi lahan tambang. Jadi alam kita akan akan selalu terjaga dan tidak rusak. Mungkin masih ada solusi lain tapi pemasangan coocmesh telah dibuktikkan hasilnya. Cocomesh jaring sabut kelapa ini berasal dari alam pasti akan baik juga kembali ke alam. Semoga bermanfaat atas solusi ini.