cara masak steak serta bagian bagian dagingnya

cara memasak steak daging sederhana

 

Cara masak steak daging dapat dilakukan dengan banyak teknik, seperti dipanggang, digoreng, dan dibakar. Meski demikian namun semuanya terasa begitu enak. Contohnya di Amerika Serikat, steak atau beef steak umumnya dimasak dengan metode dipanggang. Sedangkan contoh lain di Yunani steak umumnya diolah dengan metode dibakar.

Steak bisa dibuat sendiri di rumah dengan cara yang mudah lho. Sehingga kita tidak perlu repot repot harus datang ke restoran. Selain lebih murah, rasanya juga pastinya tidak akan mengecewakan. Berikut ini saya sampaikan cara masak steak yang bisa di buat rumah beserta bagian bagian dagingnya,

Sejarah Singkat Steak

Steak sendiri adalah salah satu hidangan yang berasal dari bangsa barat namun bisa dengan sangat mudah kita jumpai di berbagai belahan dunia manapun. Cara masak steak dipanggang atau juga dibakar, sehingga mengeluarkan aroma wangi yang begitu menggoda selera.

Menurut sejarah, makanan jenis ini sudah ada sejak pertengahan tahun 1400 an. Hal ini bisa kita lihat pada pencantuman resep steak di dalam buku masak yang sudah ada pada zaman tersebut. Kata steak sendiri berasal dari bahasa Skandinavia (steik). Steak dalam kamus The Oxford English Dictionary mempunyai arti ‘irisan daging tebal yang dipanggang.”

Penyajian daging steak yang dipotong tebal ini tidak diberi banyak tambahan bumbu. Karena proses pengolahan daging steak haruslah menggunakan daging yang fresh dan segar. Dengan tekstur daging yang masih berwarna merah serta memiliki kadar airnya masih banyak.

cara memasak steak sederhana

Bumbu yang dipakai untuk memanggang steak umumnya adalah mentega, garam, merica, serta rempah dari daerah asal steak seperti oregano, tyhme, atau bawang putih. Daging steak bisa dimasak dengan lima tingkatan.

Pertama adalah tingkat rare atau hanya matang di luar tetapi masih mentah di bagian dalam. Medium rare atau tingkat kematangan 40%. Medium atau tingkat kematangan 60%. Dan medium well dengan tingkat kematangan 80% atau sudah hampir matang, serta well done yang artiny asemua bagian daging sudah matang.

mulanya, bahan utama steak terbuat dari daging rusa. Tapi karena rusa sangat susah atau jarang ditemukan di beberapa negara tertentu, pemakaian daging rusa diganti dengan menggunakan daging sapi, kambing, kerbau, babi, bahkan bisa juga dengan memakai ikan.

Sejarah Penggunaan Daging Sapi pada Steak

Penggunaan daging sapi pada steak baru dimulai dari tahun 1900 an karena pada waktu itu, produksi sapi mulai meningkat serta sapi juga menjadi simbol kemakmuran bangsa Amerika. Steak lalu menjadi tren dan banyak dinikmati sebagai menu makan malam.

Hal ini karena steak cocok disandingkan bersama dengan wine. Sehingga, tidak heran jika sampai sekarang steak lebih banyak dinikmati pada saat malam hari dan juga dijadikan menu dinner romantis bersamaan dengan kehadiran wine.

Steak umumnya dihidangkan bersama dengan aneka macam pilihan saus. Berbagai macam saus steak diantaranya seperti saus lada hitam, saus keju, BBQ, saus jamur, serta lain sebagainya. Tidak lupa dengan sayuran rebus seperti buncis, wortel, brokoli, hingga jagung. Serta juga dengnan tambahan karbohidrat yang terdiri dari kentang goreng atau juga mash potato.

Di Indonesia sendiri, steak pertama kali dikenalkan oleh Belanda sewaktu menjajah Indonesia. Pada masa itu, steak dikenal dengan sebutan bistik. Kita pasti tahu kan, kuliner bistik Jawa yang penyajiannya hampir sama dengan steak pada umumnya. Hanya saja, bistik memakai kuah encer yang lebih mirip dengan kuah semur.


Jenis Daging Steak dan Perbedaannya

Daging steak yang disajikan resto steak umumnya memiliki nama nama yang melambangkan jenis daging yang dipakai serta kekhasannya masing-masing. Jenis daging steak disini artinya adalah bagian daging sapi dari mana bagian daging steak tersebut berasal.

Jenis jenis daging serta teknik memasak akan menentukan rasa dari steak tersebut. Oleh karena itu penting sekali untuk kita mengetahui jenis jenis daging yang digunakan untuk membuat steak dan perbedaannya.

Rasa bisa steak dipengaruhi oleh banyaknya sebaran lemak atau marbling pada daging sapi, serta keempukan dan juga serat daging. Keempukkan sepotong daging steak ditentukan oleh potongan daging yang digunakan. Yaitu dari bagian otot sapi manakah ia berasal.

potongan bagian daging sapi untuk membuat steak

Jika berasal dari bagian daerah otot sapi yang tidak sering digerakkan maka daging steak itu akan terasa lebih empuk dari jenis daging steak lain. Jika ingin daging steak yang empuk, maka kita bisa memilih bagian potongan daging yang letaknya jauh dari kaki, leher, dan paha. Begitu pun sebaliknya.

Oleh karena itu, untuk menambah pengetahua tentang steak, berikut kami tuliskan 8 jenis daging steak dan perbedaannya dari masing masing bagian:

1. Daging Steak Tenderloin

Tenderloin dikenal dengan nama Eye Fillet di Australia dan New Zealand, serta orang Perancis menyebutnya Fillet Mignon. Jenis daging steak yang satu ini sering kita sebut daging has atau lulur. Jenis daging ini mudah dikenali karena daging tidak memiliki serat ataupun otot.

Tenderloin merupakan daging sapi bagian pinggang (loin) yang sangat lembut atau disebut tender. Ukuran potongan dagingnya paling kecil jika dibanding dengan lainnya sehingga harganya cenderung lebih mahal. Teksturnya lembut, namun tidak terlalu kaya rasa karena lemak yang terkandung sangat rendah.

Menu steak tenderloin ini cocok untuk steak lovers yang baru diet namun ingin menikmati daging steak. Bagian daging ini sering menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bahan dasar steak, semur, sate, atau rendang. Teknik cara masak steak menggunakan bagian daging ini yang paling cocok adalah dry heat seperti memasak barbeque.

2. Sirloin

Sirloin adalah jenis daging yang teletak pada bagian belakang sapi yang tentunya bekerja lebih berat daripada bagian lain yang umum dipakai untuk steak. Oleh karena itu daging steak sirloin lebih keras dan lebih alot setelah dimasak serta memiliki serat yang lebih kasar jika dibandingkan jenis daging steak dari bagian lainnya.

Untuk harganya sendiri, sirloin umumnya lebih murah jika dibandingkan daging steak lainnya. Sirloin mempunyai kelebihan di dalam ukuran jika dibanding daging bagian lain. Sehingga bisa dipotong lebih besar daripada bagian sapi yang lainnya yang lebih lembut.

Cita rasa daging steak jenis sirloin lebih juicy jika dibandingkan tenderloin karena memiliki sedikit bagian lemak di tepian daging. Lemak inilah yang membuat rasa steak sirloin menjadi lebih gurih walaupun tekstur daging sedikit kenyal daripada tenderloin.

3. Top Loin / Striploin

Top loin/striploin memiliki banyak nama seperti Kansas City Strip, New York Cuts, Delmonico, dan Shell Steak. Striploin merupakan daging sapi yang mengelilingi bagian tenderloin. Jenis ini merupakan salah satu daging pilihan karena dagingnya yang lembut serta rasa juicy dari lemak yang begitu terasa.

Bermula dari Tahun 1873, sebuah restoran bernama Delmonico yng berada di Manhattan menjajakan jenis daging steak ini dan diberi nama Delmonico Steak. Delmonico Steak lalu merambah New York hingga akhirnya tersohor menjadi New York Cuts.

Daging jenis striploin memang lebih lembut daripada sirloin, namun memiliki tekstur lebih keras daripada tenderloin. Walauun rasanya tidak sejuicy daging steak rib-eye, tetapi rasa juicy tersebut tersebar penuh di setiap bagian daging striploin.

Bentuk aging ini memanjang mulai dari bagian depan hingga sampai di perbatasan diantara pinggul sapi serta membentuk sedikit lempengan daging (strip) sehingga di beri nama striploin. Cara mengolah jenis daging ini biasanya dengan cara broiling, pan frying atau grilling. Agar rasa juicy tersebar sempurna ke seluruh bagian daging, setelah selesai memasak, diamkan terlebih dahulu daging steak selama lima menit dalam keadaan dibungkus

4. T- Bone: Daging Steak

T- Bone sesuai dengan namanya ialah daging sapi yang mempunyai tulang berbentuk T yang dikelilingi oleh daging pada kedua belah sisinya. Jadi T-Bone steakmerupakan gabungan antara striploin atau short loin dengan tenderloin pada satu sisi yang disatukan dengan tulang yang berbentuk T. Teknik memasak yang paling baik untuk jenis steak ini adalah dengan grilling atau broiling.

5. Porterhouse: Daging Steak Jumbo

Porterhouse mirip dengan T-Bone. Bedanya porterhouse mempunyai kandungan daging tenderloin yang lebih banyak daripada striploin atau short loin. Gampangnya dapat dibilang bahwa Porterhouse = T-Bone yang di flip secara horizontal.

Porterhouse adalah salah satu jenis daging steak termahal serta yang terbaik. Teknik memasak yang paling pas untuk jenis daging ini adalah menggunakan teknik memasak cepat (fast cooking technique) seperti halnya grilling, broiling, atau frying.

6. Ribs atau Tulang Rusuk

Ribs/tulang rusuk merupakan daging sapi yang berasal dari bagian sekitaran tulang rusuk. Di Indonesia sendiri, kita menyebutnya dengan nama iga sapi. Jenis daging steak dan perbedaan yang mencolok dari iga sapi ini adalah teksturnya yang nikmat dan keyal.

Jenis ini banyak dipakai untuk jenis makanan steak dan sup konro khas daerah Makassar. Prime rib ini asalnya dari potongan rib atau tulang rusuk yang dihidangkan bersamaan dengan tulang. Yang spesial adalah metode penyajiannya biasanya disiram dengan “au jus.”

Sejenis sari yang keluar dari daging selama proses pemanggangan atau pembakaran. Kandungan lemaknya yang tergolong tinggi membuat rasanya menjadi sangat juicy, gurih, dan empuk, serta banyak marbling menyelimuti bagian potongan daging ini.

7. Tomahawk Steak atau Tomahawk Chop

Daging Steak Rib jika penyajiaanya tidak bersama dengan tulang rusuk, maka namanya menjadi rib eye steak. Di Australia, disebut dengan ” Scotch Fillet”. Perbedaan dan Jenis daging steak yang paling mononjol terdapat pada Rib eye-nya yang mempunyai tekstur daging yang begitu lembut serta juicy karena terdapat kandungan lemak yang begitu tinggi.

Lemak tersebut meleleh waktu dipanggang. Jadi cara masak steak jenis daging ini cocok menggunakan metode dry heat atau grilling dan uga barbeque. Umumnya potongan steak rib eye berukuran sangat besar. Jika dijual beratnya bisa berkisar sampai setengah kilogram.

Akan sangat cocok untuk dimakan dengan pasangan atau bersama teman. Bentuknya yang begitu cantik serta rasanya yang sangat juicy membuatnya salah satu yang populer dari kalangan steak lovers.

8. Flat Iron atau Book Steak

Jenis daging steak serta perbedaannya yang selanjutnya adalah Flat Iron. Jenis ynag satu ini bisa dibilang pendatang baru di dalam sajian steak. Daging steak ini berasal dari bagian bahu sapi. Merupakan hasil kombinasi fantastis dari cita rasa daging sapi yang juicy karena marblingnya lumayan banyak serta tekstur daging yang begitu lembut.

Keempukan tekstur daging jenis ini berada di bawah tenderloin, akan tetapi harganya berkisar setengah harga tenderloin. Flat iron bisa dipakai untuk beragam macam menu dengan teknik memasak yang sederhana. cara masak steak menggunakan bagian daging ini dengan cara grilling.

Baca Juga : Resep Rendang Sapi Empuk


Cara Masak Steak Daging

Nah, bagi anda yang ingin tau cara masak steak daging sendiri dengan saus sederhana. Kali ini Saya akan berbagi tentang cara masak steak sederhana yang mudah dan praktis untuk dibuat dirumah. Untuk bahan serta bumbu yang digunakan dalam cara masak steak kali terbilang cukup mudah untuk didapatkan di pasar tradisional ataupun di supermarket.

cara memasak steak daging sederhana

Bahan Utama Cara Masak Steak :

  • 3 iris besar steak daging sirloin
  • 3 buah kentang (potong potong lalu rebus)
  • 1 buah wortel (potong potong lalu rebus)
  • 3 buah buncis (potong potong lalu rebus)
  • 1 sdm mentega

Bumbu Cara Masak Steak :

  • 3 sdt kecap asin
  • 3 sdm minyak goreng
  • 1/4 sdt soda kue
  • 3 sdm saus tiram
  • garam dan merica bubuk secukupnya

Bahan Membuat Saus Steak Daging :

  • 1/2 bagian bawang bombay (cincang halus)
  • 1 gelas sedang air
  • 3 sdm tepung meizena
  • garam secukupnya
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 sdt kecap inggris
  • 3 sdm saus tomat
  • 2 sdt gula palm

Langkah Langkah Cara Masak Steak Daging

  1. Pertama-tama, kita awali langkah cara masak steak yang akan saya jelaskan kali ini dengan terlebih dahulu mencampurkan semua bumbu yang ada diatas. Selanjutnya balurkan dan lumuri daging steak dengan bumbu hingga meresap. Pastikan semua bagian daging, baik sisi depan, samping, maupun bagian belakang terlumuri dengan merata oleh bumbu yang sudah terlebihdahulu tadi kita siapkan.
  2. Selannjutnya setelah semua daging dilumuri dengan bumbu secara merata,. Diamkan terlebih dahulu daging selama kurang lebih 30 menit dan jangan terlebih dahulu dimasak serta diberikan bahan lain. Hal ini dikarenakan supaya bumbu yang kita masukkan dan kita lumukani tadi bisa dengan sempurna meresap kedalam daging. Sehingga ketika kita memanggang daging, bagian dalam daging juga akan memiliki rasa yang lezat dan nikmat sama seperti bagian luar.
  3. Setelah didiamkan selama jangka waktu sekitar 30 menit dan bumbu meresap pada bagian daging secara merata. cara masak steak selanjutnya adalah memanggang dagingnya. Jika anda sulit untuk menemukan pemanggang steak atau alat pemanggangan steak Untuk memanggang daging steak yang khusus, Kita bisa memakai pan atau wajan anti lengket dengan cara melumuri bagian dasar pan dengan mentega. Panggang daging steak hingga warnanya berbah menjadi kecoklatan dan pastikan tekstur daging telah matang.

Cara Membuat Saus Steak:

  1. Setelah selesai memanggang daging hingga matang. Langkah selanjutnya kita akan membuat saus steaknya. Untuk membuat saus steak, langkah pertama adalah memanaskan mentega dalam wajan. Selanjutnyamasukkan bawang bombay lalu tumis hingga mengeluarkan bau aroma harum serta bentuk bawang bombay menjadi lebih layu.
  2. Setelah bawang layu, barulah kita masukkan semua bahan saus kecuali tepung mazeina. Aduk smpaia semua tercampur rata serta pastikan tidak ada bagian saus yang menggumpal. Selanjutnya masukkan juga garam serta gula. Kemudian cicipi untuk mengoreksi rasa saus jika dirasa kurang pas bisa ditambahkan.
  3. Setelah bumbu dirasa pas, lanjutkan dengan melarutkan tepung mazeina dengan sedikit air lalu tuangkan pada tumisan saus. Aduk-aduk secara merata sampai saus berubah menjadi kental.
  4. Langkah terakhir cara masak steak adalah meangangkat saus lalu sirami bagian atas steak daging yang sudah dibakar tadi. Sajikan steak daging ini dengan bahan pelengkapnya. potong kentang, wortel, serta buncis dan tata di bagian tepi sajian.

Mudah bukan cara masak steak yang sederhana ini. Demikian cara masak steak daging rumahan sederhana, semoga bermanfaat dan selamat mempraktikkan cara masak steak sendiri.